Misteri Burung Hitam

Sing a song of sixpence,
A pocket full of rye.
Four and twenty blackbirds,
Baked in a pie.
When the pie was opened,
The birds began to sing;
Wasn’t that a dainty dish,
To set before the king?
The king was in his counting house,
Counting out his money;
The queen was in the parlour,
Eating bread and honey.
The maid was in the garden,
Hanging out the clothes,
When down came a blackbird
And pecked off her nose.

Pada suatu pagi terjadilah sebuah kekacauan besar. Tuan Besar Rex Fortescue tiba-tiba meninggal karena serangan taxine sehabis minum teh terakhirnya. Semua menjadi panik—para juru ketik di kantor akuntan, keluarga—namun juga terlihat tak peduli. Sikap tak acuh menunjukkan pribadi Rex yang tidak terlalu disukai bahkan oleh isteri keduanya yang berusia tiga puluh tahun lebih muda.

Bagi Inspektur Neele yang menyelidiki kasus ini ada banyak sekali dugaan tersangka mengingat pribadi Rex yang seperti itu. Ada banyak orang yang tak menyukainya namun tak ada seorang pun di antara keluarga yang tinggal di Yewtree Lodge yang punya alasan cukup kuat untuk membunuhnya. Jelas saja Yewtree bukan pondok yang bahagia. Hampir semua orang yang tinggal di sana bertahan karena uang dan kekuasaan Rex semata.

Setelah kematian sang kepala rumah tangga, para penghuni mulai menghitung-hitung warisan. Mulanya yang paling dicurigai adalah Adele Fortescue, istri kedua, yang mempunyai ‘teman’ main Golf bernama Vivian Dubois. Tapi tuduhan terpaksa dicoret, belum sampai sebulan, Adele juga mengalami nasib yang sama. Ia meninggal keracunan sianida pada suatu sore minum teh. Pada jam yang hampir sama, Gladys Martin, pelayan yang polos namun mudah percaya itu juga meninggal dengan tragis. Ia mati tercekik kaos kakinya dan hidungnya dijepit oleh jepitan jemuran. Sungguh jahat sekali.

Miss Marple dari St. Mary Mead akhirnya mendatangi Yewtree Lodge penuh sensasi itu demi melakukan sesuatu untuk Gladys Martin. Gadis itu pernah tinggal sebentar di rumahnya dan Miss Marple mengajarinya banyak hal. Dan Miss Marple ingin mengetahui siapa sebenarnya pembunuh berdarah dingin tersebut.

Inspektur Neele yang kelihatannya hanya berkutat dengan hal-hal rutin saja menelusuri setiap fakta dengan teliti dan sabar. Pola-polanya acak. Begitu pikir Inspektur Neele pada awalnya. Wawancara demi wawancara yang dilakukan kadang membuat skema semakin luas. Keluarga Fortescue punya teralu banyak riwayat gelap.

Sekali lagi Miss Marple yang tinggal beberapa hari di sana atas kebaikan hati Bibi Effie, menjadi seorang pengamat yang jeli. Ia menjadi teman konsultasi dan kadang-kadang memberikan petunjuk kepada Inspektur Neele yang bekerja keras. Siapa ya yang tega melakukan pembunuhan yang kebetulan mirip dengan lirik lullaby di atas?

Judul Buku: Misteri Burung Hitam

Judul Asli: A Pocket Full of Rye

Penulis: Agatha Christie

Penerjemah: Ny. Suwarni A. S.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Tebal Buku: 317

Cetakan kedelapan, April 2014

Kembali dengan tema yang sama: harta, tahta, dan wanita. Novel drama misterAgatha Christie bagi saya tidak pernah bosan untuk dibaca. Terutama kepiawaiannya meramu ketiga hal tersebut ke dalam karakter-karakter manusia yang penuh dengan intrik dan drama. Yep, karakter manusia memang tidak ada habisnya jika dibahas, selalu thrilling in misterious way.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s